This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, December 26, 2012

Hormati Anak Anak Kita dan Dapatkan Pahalanya

Anak anak kecil itu sangat lucu. Anak anak itu sangat menggemaskan. Senantiasa ceria dan selalu tersenyum. Subhanallah! Kita yang dewasa, marilah kita mencintai mereka dengan secinta cintanya. Jangan merasa gengsi menyapa mereka, mengajaknya bercanda, memeluknya, menciumnya serta mendoakannya. Nabi Muhammad SAW saja sangat sayang kepada anak anak.
Rasulullah SAW senang bermain-main (menghibur) anak-anak dan kadang-kadang memangku mereka. Pada suatu hari beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas r.a. untuk berbaris lalu berkata, “ Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).” Merekapun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuannya lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.
Pada kesempatan lain Rasulullah berkata, “Siapa yang memiliki anak, hendaklah ia bermain bersamanya dan menjadi sepertinya. Siapa yang mengembirakan hati anaknya, maka ia bagaikan memerdekakan hamba sahaya. Siapa yang bergurau (bercanda) untuk menyenangkan hati anaknya, maka ia bagaikan menangis karena takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla” (HR Abu Daud dan At Tirmidzi). Alhamdulillah, alangkah senangnya dan bersyukurnya para orang tua yang dikarunia Allah dengan rasa cinta kepada anak anak. Insya Allah, Andalah orangnya. Amin.

Tuesday, December 25, 2012

LIBURAN YANG MERINDU

Liburan sekolah telah tiba bersamaan dengan liburan akhir tahun. Sudah pasti tempat wisata makin ramai dikunjungi. Sudah tentu stasiun, terminal, pelabuhan serta bandara rama akan penumpang. Ya, penumpang-penumpang itu adalah para murid. Mereka bergembira bersama keluarganya, Mereka akan menyegarkan jiwanya dengan berdarmawisata setelah satu semester belajar di sekolah. Alangkah senangnya mereka. Selamat berlibur murid muridku tercinta. Semoga kalian semua menikmati anugerah Allah yang Dia sebarkan di hamparan bumi ini. Pesan saya, jagalah selalu akhlaq kalian selama berlibur. Amalkan ilmu ilmu yang kalian dapatkan di sekolah. Semoga kalian bisa menemui guru guru kalian sekembalinya berlibur. Sungguh, kami merindukanmu selalu.

Wednesday, December 12, 2012

ATM SAKTI

Cara termudah untuk menjadi berhasil bahkan lebih daripada keberhasilan orang lain adalah hanya dengan menerapkan teori ATM (sama konsepnya dengan 3-N nya Ki Hajar Dewantoro : Niteni, Niroake, Nambahi).

Tuesday, December 11, 2012

MENGAJAR DENGAN HATI

telah bersyair mantan vokalis DEWA 19, Ari Lasoo...
...
sentuhlah dia tepat dihatinya
dia kan jadi milikmu selamanya
sentuh dengan setulus jiwa
buat hatinya terbang melayang
...

Monday, December 10, 2012

TEACHER FOREVER



Tahun 1996. Setelah menyandang gelar sarjana, lingkungan di sekitar saya menekan saya untuk segera bekerja dan mendapatkan uang. Alhamdulillah, uang pun saya dapatkan. Allah mentakdirkan Jakarta yang keras menjadi tempat datangnya rejeki. Namun akhirnya berakhirlah semua setelah lingkungan yang materialis kapitalis menyadarkan saya untuk kembali ke kampung halaman. Kapok rasanya untuk kembali ke Jakarta.
 Tahun 1997. Seorang tukang sapu Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri yang bernama Abdul Hamid menebak masa depan saya : “Panjenengan nanti akan memiliki murid yang banyak”. Saya jawab “Amin” sambil berpikir bagaimana saya punya murid sedangkan saya bukanlah seorang guru.