Friday, February 15, 2013
KEGIATAN MENYENANGKAN DI SMP AL HIKMAH SURABAYA
7:42 PM
1 comment
Alangkah senangnya mengajar anak-anak dengan memberi contoh dan mengajak mereka melakukan hal yang sama. Selain anak-anak lebih mudah memahami, mereka merasa senang dengan cara belajar seperti ini. Semoga sukses ya Nak!
Friday, February 8, 2013
JENIS JENIS WISATA
4:23 PM
2 comments
Tulisan
ini agak aneh namun inilah yang saya pikirkan lalu saya sampaikan kepada anak
anak. Pagi itu saya bertanya kepada anak anak “Apakah aktivitas yang paling
menyyenangkan dalam kehidupan seorang murid? Namun juga dirasakan oleh para guru
dan orang tua?” Serempak mereka menjawab “LIBURAN”. Mengapa? Ya karena dengan
masa liburan itu semua bisa menikmati hari hhari tanpa aktivitas berat. Boleh
jadi semua akan melakukan kegiatan yang sama yaitu berwisata.
Nah
omong omong tentang wisata, saya mengkalsifikasikan atau mengelompokkan jjenis
jenis wisata. Menurut saya pribadi, ada 7 macam wisata. Berikut ini 7 macam
wisata berikut penjelasannya.
(1) Wisata Alam, yaitu mengunjungi
suatu tempat yang berwujud pemandangan alam terbuka. Tujuannya secara umum
adalah bersenang senang. Misalnya mengunjungi pantai Kuta, Sanur, Gunung Bromo,
Danau Toba dan lain sebagaianya. Intinya pemandangan yang indah untuk
dinikmati.
(2)
Wisata
Kuliner, yaitu mengunjungi tempat tempat dimana tersedia makanan. Tujuannya adalah
untuk makan minum dengan suasana yang boleh jadi berbeda dari sekedar makan
minum di rumah. Biasanya makanan atau minuman atau jajajanannya khas sekali. Misalnya
berwisata kuliner ke Malioboro dengan lesehannya. Wisata kuliner di Bandung
untuk membeli roti Unyil atau ke Palembang untuk menikamati empek empek
Palembang langsung dari daerah asalanya.
(3)
Wisata
Religi, yaitu berwisata dengan mengunjungi tempat ibadah atau makam makam para
wali. Tujuannya bukan semata senangg senang namun juga meningkatakan kecintaan
kepada agama dan melakukan aktivitas ritual seperti berzikir, berdoa dan lain
lain.
(4)
Wisata
Hati, biasanya dengan mengunjungi pesantren atau majelis majelis zikir. Istilah
ini dipopulerkan oleh Ustadz Yusuf Mansyur yang memang beliau punya kegiatan,
acara televisi dan media Wisata hati. Tujuannya untuk meningkatkan iman dan
taqwa kita.
(5)
Wisata
Belajar atau di kenal Study Tour. Biasanya dilakukan oleh pelajar, mahasiswa
atau pengajar untuk belajar dari tempat yang dikunjunginya. Misalnya
mengunjungi ITS 10 Nopember dengan tujuan membangkitkan minat pelajar untuk
menempuh pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.
(6)
Wisata
Medikal, yaitu mengunjungi rumah sakit atau orang sakit. Tujuannya supaya
menyadarkan diri bahwa kesehatan itu penting dan kita menjadi semakin bersyukur
dengan karunia Allah yang berupa kesehatan.
(7)
Wisata
Bencana, yaitu mengunjungi tempat dimana pernah atau sedang terjadi bencana. Begitu
banyaknya orang atau masyarakat yang ingin mengetahui bencana di suatu daerah,
maka di sekitar daerah bencana tersebut menjadi ramai laykanya orang berwisata
ke Kuta atau Gunung Bromo. Selain untuk mengetahui bencana itu sendiri juga
untuk mengambil pelajaran kehidupan agar sadar diri tentang kekuasaan Allah
SWT.
(8) Wisata Kriminal! Wah jenis apalagi
ini! Hehehe. Ya memang begitulah istilah yang saya gunakan. Wisata Kriminal itu
adalah mengunjungi penjara atau sel di kepolisian. Tujuannya adalah supaya kita
makin sadar bahwa kita tidak boleh berbuat salah karena orang salah yang
kemudian dimasukkan ke dalam penjara sangat tidak nyaman kkehidupannya. Tersiksa
dan terkurung kemerdekaannya.
Nah
para pembaca! Selamat berwisata! Enjoy your life! Tuesday, January 29, 2013
LIDAH SEHAT HATI SEHAT
11:45 PM
No comments
Para
pembaca yang budiman! Perhatikan bagaimana Allah menciptakan lidah. Dengan
lidah itu kalian bisa merasakan apa saja. Manis, pahit, asam, getir, hambar dan
lain sebagainya. Pertanyaannya, mengapa kamu bisa membedakan semua rasa itu?
Ketika gula yang kalian makan, manislah rasanya. Ketika asam yang kalian
kunyah, masamlah rasanya. Ketika garam yang ada di lidah, asinlah rasanya.
Mengapa? Jawabannya sederhana saja. Karena kita lidah kalian SEHAT. Coba
misalkan lidah kalian sakit sariawan, selain rasanya sakit dan perih, kalian
juga akan tersiksa karena semua makanan dan minuman yang kalian masukkan ke
mulut menjadi tidak enak.
Ciptaan Allah yang bernama lidah itu
tidak jauh beda dengan yang namanya hati. Hati juga tempat merasakan sesuatu
yang abstrak. Dan apa yang terasa dalam hati itu kita sebut perasaan.
Sama halnya lidah, hati pun bisa
sakit, bisa juga sehat. Hati yang sakit adalah hati yang merasa tersiksa.
Selalu berperasaan tidak nyaman. Bukan hanya karena suasana yang tidak nyaman
bahkan suasana yang indah pun akan terasa tidak nyaman. Itulah hati yang sakit.
Hati yang sakit akan memberi respon
negatif terhadap apa yang dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan dilakukan oleh anggota tubuhnya. Saat awal
bulan saat penerimaan gaji. Hati yang sakit akan merasa selalu kurang.
Merasakan ketidak adilan. Merasa kurang puas dan sebagainya. Rumah yang indah
dan megah pun akan terasa sempit dan jelek manakala hati sedang sakit. Teman
teman yang dekat pun akan terasa seperti musuh. Kebencian lah yang timbul dalam
hatinya. Merasa iri, cemburu. Apa yang dimiliknya terkadang disombongkannya.
Dan itulah semua sebagian dari penyakit hati.
Sebaliknya hati yang sehat akan
senantiasa damai dengan karunia Allah yang tiada ternilai. Bahkan hati yang
sehat sekali akan dipenuhi rasa sabar atau bahkan bersyukur manakala terjadi
suatu peristiwa yang secara umum tidak enak. Gaji tidak naik tidak protes.
Bahkan bersyukur karena masih mendapat gaji. Bagaimana seandainya kalau sudah
di PHK? Bukankah habis sudah karirnya. Seandainya di PHK pun mungkin masih
disyukuri karena Allah pasti akan menjadikannya lebih baik setelah keluar dari
tempat kerjanya. Itulah hati yang sehat. Penuh rasa sabar dan syukur. Semoga Allah menyehatkan
lidah dan hati kita semua. Amin.
Friday, January 25, 2013
BERGURU PADA MURID
1:19 AM
No comments
Dalam
pepatah jawa ada ungkapan “Kebo nyusu gudel”. Dalam bahasa indonesia
diterjemahkan bebas “Kerbau menyusu pada anaknya”. Sangat jelas maknanya. Orang
tua menyandarkan sesuatu kepada anaknya. Terjemah bebasnya bisa saja seorang
guru yang berguru pada muridnya. Ya, kenapa tidak. Sah sah saja seorang guru
yang lebih tua usianya bertanya atau menimba ilmu kepada muridnya yang masih
muda usianya.
Hari ini saya telah berguru pada murid
kesayangan saya. Namanya Handaru. Sekarang dia kuliah di Fakultas Kedokteran
Universitas Airlangga Surabaya semester 5. Sekitar 7 tahun yang lalu dia masih kelas
8 SMP Al Hikmah Surabaya. Tentu saja saya adalah salah seorang gurunya.
Begini ceritanya. Menjelang sholat jumat
saya menyapa dia. Lalu selepas sholat jumat saya kembali menyapanya dan duduk
disebelahnya. Di dalam masjid yang masih penuh dengan jamaah, awalnya saya
tanya kabarnya. Bagaimana pula kabar ayah ibu dan adik adiknya semua. Lalu dia
bercerita tentang semua anggota keluarganya. Lalu saya tanyakan tentang
perkuliahannya. Saat ini dia sedang menempuh semester pendek.
Lalu masuklah saya pada hal ihwal
dunia kedokteran. Saya pun tidak malu padanya untuk menanyakan banyak hal
tentang dunia kedokteran. Tentang anatomi, tentang bedah, tentang spesialisasi,
tentang PTT, DM, penyakit dan banyak hal yang akhirnya saya ketahui dalam
durasi waktu sekitar 30 menit. Ketika masjid telah tampak sepi saya dan dia pun
akhirnya harus mengakhiri obrolan asyik tadi. Rasanya tidak puas untuk
mengetahui dunia kedokteran. Sambil saya temani dia menuju lobby masjid saya
masih juga bertanya pada Handaru.
Akhirnya kami pun berpisah. Saya doakan dan motivasi dia
semoga segera sukses. Dia bilang, Insya Allah 5 atau 6 semester lagi dia sudah
menjadi seorang dokter. Alhamdulillah. Yang tidak lupa saya pesan ke dia,
sampaikan salam saya buat ayah ibu dan semua adik adiknya. Kalau ada kesempatan
Insya Allah saya akan bersilaturrahiim ke kediaman dia.Thursday, January 24, 2013
HIDUP INI ADALAH KARENA KEBETULAN
“Ibu, Mbah… saya pamit ya. Doakan saya.
Saya akan merantau ke Surabaya. Saya tidak akan pulang ke desa ini kalau saya
belum berhasil”…. Itulah kata-kata saya pada Ibu dan nenek saya tercinta ketika
saya membulatkan tekad untuk mengubah nasib. Dari yang berpenghasilan kecil dan
tidak pasti menuju penghasilan besar dan lebih pasti. “Ya nak, kami doakan kamu
berhasil”, begitulah doa orang tua yang juga sangat mencintai saya.
Bismillah! Saya pun berangkat menuju
Surabaya. Tiada keraguan dalam benak saya. Tidak menoleh ke belakang lagi.
Dengan hanya membawa satu tas berisi pakaian dan alquran, saya percaya diri
bahwa saya Insya Allah akan berhasil.
Dengan berbekal pengalaman pernah tinggal
di Surabaya sekitar 5 bulan lamanya, saya mulai menelusuri Surabaya. Setiap
Sabtu saya beli Jawa Pos untuk mendapatkan informasi lowongan pekerjaan. Hari
Senin biasanya saya isi dengan mengirim surat lamaran pekerjaan.
Sehari-harinya saya lalui dengan kegiatan
seperti halnya saya tinggal di desa. Salah satunya solat di masjid. Ternyata
sudah menjadi image bahwa sebagian masjid itu keamanannya tidak terjamin.
Setelah beberapa kali solat di masjid, Innalillahi….sandal saya hilang. Ya
terpaksa saya harus pulang tanpa sandal. Tentu saja solusinya harus membeli
sandal baru. Tentu dengan musibah itu tidaklah menyurutkan niat untuk solat
lagi di masjid. Setelah beberapa kali solat, Masya Allah…..sandal saya hilang
lagi. Ya mau diapakan lagi kalau sudah hilang. Ya beli sandal lagi tentunya.
Belum sebulan tinggal di Surabaya sudah kehilangan sandal dua kali. “Mungkin
itu pertanda kamu akan sukses” hibur teman saya. Setelah hampir sebulan saya di
Surabaya, saya tidak lagi bisa mengirimkan surat lamaran karena sudah tidak ada
lagi lowongan yang sesuai dengan pengalaman dan keahlian saya. Oh nasib!
Dari sekian banyak surat lamaran yang saya
kirim, Alhamdulillah, ada perusahaan yang menghubungi saya untuk mengikuti tes
interview. Di sela-sela interview itu saya
menyempatkan solat duhur di masjid Al Akbar Surabaya. Setelah solat saya
berjalan di serambi masjid. Melihat lihat informasi. Pada papan pengumuman ada
informasi lowongan pekerjaan. Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Al Hikmah
mencari beberapa orang guru bidang studi. Melihat persyaratannya kualifikasi
saya masuk kecuali “sudah menikah”. Ya sudah saya simpan alamatnya di HP
Nokia 3315 saya. Saya pun berfikir
“Masak saya jadi guru lagi? Lembaga ini tidak jauh beda dengan lembaga tempat
saya mengajar sebelumnya. Boleh jadi gajinya ya segitu gitu saja. Ya sudahlah.
Waktu pun berlalu. Perusahaan yang sempat
mewawancarai saya akhirnya menghubungi saya untuk mengikuti training sebagai
bagian rangkaian seleksi. Maka ikutlah saya training beberapa hari di kota
Batu. Setelah pelatihan usai saya bertanya pada panitia “Kapan kami akan
dipekerjakan?”. Panitia menjawab bahwa dalam waktu dekat akan dihubungi lewat
telephon. Jika tidak dihubungi berarti peserta tidak lolos.
Merasa kesempatan untuk bekerja semakin
kecil, sempat terbersit dalam pikiran saya untuk bekerja sebagai apapun. Jadi
office boy pun tidak masalah, asal saya bisa bekerja. Tapi apa ya tidak malu.
Sarjana dobel dobel kok jadi office boy. Maka saya buka kembali HP saya. Saya
lihat kembali alamat YLPI Al Hikmah. Saat itu waktu pengiriman lamaran sudah
tinggal sehari. Maka malam itu saya segera membuat surat lamaran untuk saya
kirimkan keesokan harinya.
Gayungsari adalah alamat YLPI Al Hikmah.
Merasa saya mengenal daerah itu dan mengingat waktu pengiriman mendekati batas
akhir, maka saya tidak mengirimkan lewat kantor pos. Surat itu saya bawa
langsung ke alamat surat.
Ya Allah kok sepi begini ya. Mungkin ini
rumah ketua yayasannya. Saya ucapkan salam namun tiada jawaban. Karena niat dan
tujuan saya memasukkan surat lamaran, maka surat itu tetap harus sampai ke
alamat yang ada. Ya sudah saya masukkan saja ke dalam kotak surat yang menempel
di pintu gerbang. Masya Allah! Suratnya tidak masuk karena amplopnya ukuran
folio. Ya sudah saya letakkan di atasnya saja. Lalu saya pergi meninggalkan
tempat itu. Biar sajalah. Semua terserah Allah mau diapakan surat itu. Pokoknya
saya pasrah saja.
Waktu pun berlalu. Seminggu sudah saya
tiada punya kegiatan selain kluyuran tidak jelas. Tiba tiba ada panggilan
telephon masuk ke HP saya. “Asalamu alaikum! Ini benar Bapak Eko Agus Widjaja?
Ini dari YLPI Al Hikmah. Surat lamaran Bapak sudah masuk ke kami dan memenuhi
syarat untuk tes wawancara. Bapak kami minta datang besok pagi di alamat Jalan
Gayungsari IV nomer 25. Lokasinya dekat masjid Pak”. Begitulah kira kira suara
itu saya dengar. Alhamdulillah ada panggilan.
Keesokan harinya sesuai dengan permintaan,
saya mempersiapkan diri kemudian menuju ke lokasi. Dengan sepeda motor pinjaman
saya menuju ke alamat dimana saya memasukkan surat dahulu. Setelah merapikan
diri di belakang masjid Al Akbar Surabaya, saya langsung meluncur ke Jalan
Gayungsari IV nomer 25.
Akhirnya sampailah saya di lokasi saya
memasukkan surat. Ternyata rumah itu sepi seperti dahulu. Kok sepi ya? Apa
belum dimulai acaranya. Kan ini tepat jam 8. Saya tunggu barang sebentar.
Merasa asing dengan suasana sepi itu saya memberanikan diri untuk bertanya
kepada seorang tukang becak yang ngetem tidak jauh dari sana. Ketika saya tanya
apakah ini benar kantor YLPI Al Hikmah, Jalan Gayungsari IV nomer 25, maka
tukang becak itu menjawab bukan. Kalau ini gang 2. Lalu? Mas terus saja ke
utara lalu belok kiri. Lurus saja sampai ada masjid. Nah di depan masjid itu
kantornya Al Hikmah.
Allohu Akbar! Masya Allah…. Dulu kan saya
memasukkan surat ke sini. Tapi kok saya bisa di panggil. Allahu Akbar! Ternyata
Allah yang telah menolong saya melalui pemilik rumah gang 2 tadi. Sungguh, ini
adalah karunia besar yang saya terima. Allah telah mengenalkan saya pada Al
Hikmah dengan caraNya yang luar biasa yang saya tidak habis pikir bisa seperti
itu. Dan waktu terus bergulir sehingga sampai akhirnya saya bisa mengikuti
seluruh tes seleksi dan diterima di YLPI Al Hikmah. Subhanallah!
Alhamdulillah, sampai saat ini saya masih
memiliki komitmen yang kuat untuk menjadi bagian dari lemabaga dakwah Al Hikmah
tercinta. Semoga saya bisa memberikan karya terbaik bagi Allah SWT melalui Al
Hikmah. Amin!
Apapun yang terjadi dalam perjalan hidup
saya semuanya adalah kehendak Allah. Dan kehendak Allah itu sudah betul, tidak
salah. Yang saya rasakan tidak enak sudah betul menurut Allah. Yang tidak enak
juga sudah betul. Ah… hidup saya ini memang serba kebetulan, bukan serba
kesalahan. Terima kasih ya Allah! Engkau sudah betul dalam mengatur skenario
hidupku. I love You!
Subscribe to:
Comments (Atom)











